Ikuti Kami
Rabu, 4 November 2026 ⚡ Versi Web
Konten dari Pengguna

Ketika Politik Terlalu Ramai di Media Sosial, Apakah Rakyat Masih Menjadi Prioritas?

Kontributor: Hasan Komarudin  | Penulis: Khatchonk
Senin, 7 September 2026 | 13:10 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Penelitian tentang demokrasi digital di Indonesia juga menunjukkan bahwa media sosial memang memperluas partisipasi publik, tetapi pada saat yang sama membawa tantangan berupa polarisasi, disinformasi, dan fragmentasi ruang diskusi. Ketika algoritma lebih sering mempertemukan masyarakat dengan konten yang memperkuat pandangan kelompoknya sendiri, percakapan politik berisiko berubah menjadi pertarungan identitas, bukan pertukaran gagasan.

Kondisi tersebut membuat demokrasi menghadapi tantangan baru. Rakyat memang semakin mudah berbicara, tetapi belum tentu semakin mudah didengar.

Kita dapat melihat ribuan komentar memenuhi unggahan seorang pejabat. Namun pertanyaannya, berapa banyak kritik yang benar-benar dibaca? Berapa banyak keluhan masyarakat yang diterjemahkan menjadi evaluasi kebijakan? Berapa banyak suara warga yang tidak viral tetap mendapatkan perhatian?

Demokrasi tidak boleh berubah menjadi perlombaan popularitas.

Media sosial seharusnya menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat, bukan sekadar panggung pencitraan. Politisi dan pejabat publik perlu memahami bahwa respons cepat di kolom komentar tidak sama dengan penyelesaian masalah. Tagar dapat menghilang dalam beberapa hari, tetapi persoalan rakyat sering kali bertahan bertahun-tahun.

Di tengah ramainya politik digital, kita justru perlu kembali kepada pertanyaan paling sederhana: untuk siapa kekuasaan dijalankan?

Rakyat tidak seharusnya hanya menjadi angka dalam survei, objek kampanye, atau penonton dalam pertunjukan politik. Mereka adalah alasan utama mengapa kebijakan dibuat dan kekuasaan diberikan.

Politik boleh ramai di media sosial. Perdebatan boleh berlangsung setiap hari. Kritik juga harus tetap hidup. Tetapi semua itu harus kembali kepada satu tujuan: memastikan kehidupan rakyat menjadi lebih baik.

Kontributor: Hasan Komarudin
Senin, 7 September 2026 | 13:10 WIB
Catatan Redaksi

Tulisan ini merupakan opini pengguna. Pandangan yang disampaikan menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan Redaksi Distrik Banten News. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

Penyematan Kenaikan Pangkat, Lapas Bandanaira Dorong Profesionalisme dan Kinerja Petugas

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Menemukan Makna Rumah dalam Diri

Minggu, 1 November 2026 | 20:57 WIB

Sumpah Pemuda dan Wajah Baru Pemolisian Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:10 WIB
↑ Kembali ke atas
Ketika Politik Terlalu Ramai di Media Sosial, Apakah Rakyat Masih Menjadi Prioritas?

Bagikan artikel ini melalui