Jalan Rusak di Pandeglang Hambat Aktivitas Warga, Pemeliharaan Jadi Sorotan
Intan Nurainy, Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara S-1 Universitas Pamulang Kampus Serang
PANDEGLANG - Persoalan kerusakan jalan di Kabupaten Pandeglang, Banten, masih menjadi perhatian, terutama terkait dampaknya terhadap mobilitas masyarakat di wilayah pedesaan. Kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai dinilai dapat menghambat aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi warga.
Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Bagi masyarakat yang bergantung pada akses transportasi darat, kondisi jalan menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan mendistribusikan barang dagangan.
Mahasiswa Program Studi S-1 Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang, Intan Nurainy, menyoroti pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya dilakukan melalui pembukaan atau peningkatan ruas jalan baru. Pemerintah juga perlu memastikan jalan yang telah dibangun mendapatkan pemeliharaan secara berkala agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.
Kerusakan jalan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi geografis, banjir, tanah longsor, kendaraan dengan muatan berlebih, hingga keterbatasan anggaran pemeliharaan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan jalan rusak membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan ketika kerusakan sudah mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemeliharaan Jalan Perlu Jadi Prioritas
Intan menilai, pemerintah daerah perlu memperkuat sistem pemantauan dan pemeliharaan jalan secara rutin.
Langkah tersebut penting untuk mendeteksi kerusakan sejak dini sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum membutuhkan biaya penanganan yang lebih besar.
Pada 2026, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pandeglang telah masuk dalam prioritas pembangunan dan peningkatan infrastruktur. Namun, menurut Intan, upaya perbaikan tersebut perlu dibarengi dengan pengawasan kualitas pekerjaan serta pemeliharaan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya pemetaan kondisi jalan untuk menentukan ruas yang paling membutuhkan penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, keterlibatan warga dalam melaporkan kerusakan jalan dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh informasi mengenai kondisi infrastruktur di lapangan.
Pengawasan terhadap kualitas pekerjaan juga perlu diperkuat agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Jalan Rusak Berdampak pada Ekonomi Masyarakat
Persoalan infrastruktur jalan memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian dan perdagangan.
Akses jalan yang rusak berpotensi memperlambat distribusi hasil pertanian, meningkatkan biaya transportasi, serta menghambat pergerakan barang dan jasa.
Dampaknya juga dapat dirasakan pelajar yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah maupun warga yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan.
Karena itu, pembangunan dan pemeliharaan jalan perlu dipandang sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
Intan menilai, masyarakat membutuhkan infrastruktur yang tidak hanya dibangun, tetapi juga dijaga kualitas dan keberlanjutannya.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan anggaran pembangunan melalui penentuan skala prioritas, pemeliharaan rutin, serta pengawasan pelaksanaan pekerjaan.
Dengan penanganan yang terencana dan berkelanjutan, persoalan kerusakan jalan di Kabupaten Pandeglang diharapkan dapat dikurangi sehingga masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih aman dan mendukung aktivitas ekonomi.
Oleh: Intan Nurainy
Mahasiswa Program Studi S-1 Administrasi Negara, Universitas Pamulang Kampus Serang.
Minggu, 1 November 2026 | 11:00 WIB