Konten Redaksi
Catur Banten Naik Empat Peringkat, Tembus Posisi Kedua Nasional
SERANG – Kontingen Provinsi Banten berhasil meraih posisi juara umum kedua dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 tahun 2026. Prestasi tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Banten hanya menempati peringkat keenam.
Dalam kejuaraan yang berlangsung di Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin, kawasan Palima, Kota Serang, Banten berada di bawah DKI Jakarta yang keluar sebagai juara umum. Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi ketiga.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Banten, M. Amin Lukman, mengatakan peningkatan prestasi tersebut menjadi capaian penting bagi perkembangan olahraga catur di Banten.
Menurut Amin, Kejurnas Catur ke-51 diikuti sebanyak 967 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.
Ia berharap hasil kejuaraan tersebut menjadi motivasi bagi atlet dan pengurus Percasi untuk terus meningkatkan pembinaan serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
"Terima kasih atas dukungan Bapak Gubernur Banten Andra Soni beserta jajaran. Kejurnas ini juga menjadi langkah strategis dan persiapan Pengprov Percasi Banten menuju tuan rumah PON 2032 mendatang," kata Amin saat penutupan Kejurnas Catur di Kota Serang, Rabu (28/10/2026).
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menilai olahraga catur memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir strategis, konsentrasi, kecermatan, dan pengendalian emosi.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
"Catur adalah tentang cara berpikir, kemampuan membaca situasi, keberanian mengambil keputusan, kesabaran menunggu momentum, dan kesanggupan menerima konsekuensi dari setiap langkah yang diambil," ujar Andra Soni.
Ia mengatakan kemampuan berpikir strategis yang diasah melalui olahraga catur relevan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Karena itu, Andra mendorong pembinaan atlet catur dilakukan secara berjenjang, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, hingga klub olahraga.
Pembinaan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pecatur muda Banten yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Kepada para juara, teruslah berprestasi dan jangan cepat berpuas diri. Bagi yang belum menang, jangan kehilangan semangat untuk terus berlatih," pesannya.
Andra juga menyampaikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, pengurus Percasi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kejurnas Catur ke-51.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Percasi, Nanang Surahman Agung Pujalaksana, mengatakan kejuaraan nasional menjadi salah satu sarana untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil latihan.
Menurut Nanang, selain menyelenggarakan Kejurnas, PB Percasi juga telah menggelar rapat kerja nasional yang menghasilkan sejumlah keputusan terkait agenda pembinaan olahraga catur.
"Selain Kejurnas, kami juga telah melaksanakan Rakernas Percasi. Keputusannya antara lain menetapkan DKI Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas tahun depan. Insyaallah, tahun depan PB Percasi juga akan mulai menggulirkan liga catur," ungkapnya.
Dengan hasil tersebut, Banten mencatatkan peningkatan empat peringkat dibandingkan Kejurnas 2025. Capaian itu sekaligus menjadi modal bagi Pengprov Percasi Banten untuk memperkuat pembinaan atlet dan menghadapi kejuaraan mendatang.
Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:41 WIB