Banda Naira - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berinovasi dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian inklusif dan berkelanjutan bagi Warga Binaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pengenalan ikan hias dan aquascape bersama peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Aula Lapas Bandanaira, Kamis (29/10).
Kegiatan ini memberikan wawasan kepada Warga Binaan mengenai dunia ikan hias dan aquascape, mulai dari pengenalan jenis ikan hias, dasar-dasar pemeliharaan, penataan ekosistem akuatik, hingga peluang pengembangan usaha di bidang tersebut. Selain pengetahuan teknis, Warga Binaan juga mendapatkan motivasi dan tips untuk memulai usaha dengan memanfaatkan peluang yang tersedia.
Salah satu peserta magang, Ferdiansyah Skiman, menjelaskan ikan hias dan aquascape tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha yang dapat dikembangkan secara bertahap. Dengan memahami kebutuhan dasar ikan, menjaga kualitas air, memilih perlengkapan yang sesuai, dan mempelajari teknik penataan tanaman air, kegiatan ini menjadi alternatif keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Ferdiansyah juga memberikan gambaran mengenai langkah awal membangun usaha, mulai dari mengenali minat dan kebutuhan pasar, menentukan jenis ikan atau konsep aquascape yang sesuai, menghitung modal secara sederhana, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Melalui pemahaman tersebut, Warga Binaan diharapkan tidak ragu untuk belajar, mencoba, dan mengembangkan keterampilan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami ingin memberikan wawasan sekaligus keterampilan baru kepada Warga Binaan. Selain menjadi sarana menyalurkan kreativitas, kegiatan ini juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha apabila ditekuni dengan serius,” ujar Ferdiansyah.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya memperluas wawasan dan keterampilan Warga Binaan melalui pendekatan pembinaan kreatif dan aplikatif. Ia mengapresiasi keterlibatan peserta magang yang telah berkontribusi dalam menghadirkan kegiatan edukatif dan memberikan perspektif baru bagi Warga Binaan. Kolaborasi semacam ini menjadi salah satu dukungan terhadap pembinaan yang lebih variatif, sesuai minat, potensi, dan kebutuhan pengembangan diri Warga Binaan.
“Pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada keterampilan yang sudah umum, tetapi juga perlu membuka wawasan Warga Binaan terhadap peluang-peluang baru yang memiliki nilai ekonomi. Melalui pengenalan ikan hias dan aquascape, kami berharap mereka memperoleh pengetahuan, tumbuh rasa percaya diri, dan berani melihat peluang usaha sebagai salah satu jalan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Rustam.
Lapas Bandanaira berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif melalui kolaborasi dan pemanfaatan berbagai potensi yang ada sebagai upaya mempersiapkan Warga Binaan menjadi pribadi yang mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif di masyarakat. Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki motivasi untuk mengembangkan keterampilan yang berpotensi menghasilkan nilai tambah. Pengetahuan mengenai ikan hias dan aquascape diharapkan menjadi bekal awal dalam merintis usaha secara mandiri, baik selama mengikuti program pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.