Rencana bisnis sehebat apa pun akan gagal jika orang yang menjalankannya tidak siap. Strategi pemasaran baru membutuhkan tim pemasaran yang cakap, dan lini produksi baru membutuhkan tenaga kerja yang terampil. Karena itu perencanaan sumber daya manusia (PSDM) tidak boleh berjalan sendiri. Ia harus menyatu dengan perencanaan bisnis sejak visi dirumuskan sampai anggaran tahunan dijalankan.
Mengapa harus diintegrasikan?
SDM adalah penggerak yang membuat organisasi mampu mencapai tujuannya. Setiap organisasi bekerja dengan cara yang unik, dan persaingan merebut tenaga profesional berkualitas sangat ketat. Tanpa integrasi, organisasi berisiko memiliki orang yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.
Integrasi itu berlangsung dalam tiga tahap yang berjalan bersamaan dengan operasi bisnis: rencana strategis, rencana operasional, dan anggaran tahunan.
Tahap 1: Rencana strategis
Strategi manajemen SDM dibentuk oleh tiga hal dalam rencana strategis bisnis.
Filosofi dan kebijakan SDM. Nilai dan norma organisasi tercermin dalam budaya kerjanya. Filosofi yang tidak diskriminatif menghargai perbedaan individu, memberi kesempatan berkembang yang sama, mendorong kolaborasi yang saling menghormati, membantu karyawan mengatasi masalah kerja, dan mendorong evaluasi diri. Kebijakan yang sejalan menumbuhkan persaingan sehat berdasarkan prestasi, mulai dari seleksi, promosi, sampai insentif, serta perlakuan yang tulus dan tidak memihak.
Pengamatan lingkungan bisnis. Kondisi keuangan, pertumbuhan ekonomi nasional dan global, serta proyeksinya membantu organisasi memperkirakan arah bisnis dan kebutuhan tenaga kerjanya.