TANGERANG - Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan media sosial menjadi tantangan dalam membangun kebiasaan membaca buku, khususnya di kalangan generasi muda. Kemudahan mengakses hiburan melalui ponsel dinilai dapat mengalihkan perhatian sebagian masyarakat dari kegiatan membaca yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.
Mahasiswa Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya, Siti Aqila Nur Salima, menyoroti pentingnya mempertahankan budaya membaca di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Menurut Aqila, membaca buku bukan sekadar kegiatan memahami tulisan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir.
Ia menilai kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda terbiasa mencari informasi dan memahami berbagai persoalan secara lebih mendalam.
Melalui buku, seseorang dapat mempelajari berbagai bidang pengetahuan, mulai dari sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, hingga pengalaman hidup orang lain.
Kemampuan memperoleh pengetahuan melalui bacaan tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan zaman.
Media Sosial Jadi Tantangan Budaya Membaca