Ikuti Kami
Kamis, 5 November 2026 ⚡ Versi Web
Konten dari Pengguna

Berawal dari Puding Karamel, Lulusan ITERA Bangun Bisnis Dessert di Balaraja

Kontributor: Ghefira Lia  | Editor: Herfa Al Jihad
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:57 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya
TANGERANG - Berawal dari usaha sederhana menjual puding karamel, Indira Aulia Ramadhani, lulusan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), mengembangkan bisnis kuliner bernama Toytoy Bakehouse di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.

Usaha yang dirintis sejak Juli 2024 tersebut kini menawarkan berbagai pilihan makanan penutup atau dessert kekinian, mulai dari salt bread, mochi, soft cookies, hingga kunafa pistachio.

Perjalanan bisnis Indira bermula setelah dirinya menyelesaikan pendidikan tinggi. Alih-alih langsung menekuni pekerjaan di perusahaan, ia memilih membangun usaha sendiri dengan memanfaatkan peluang di sektor makanan dan minuman atau Food and Beverage (F&B).

Pada awal berdirinya, Toytoy Bakehouse hanya memproduksi puding karamel. Produk tersebut menjadi langkah pertama Indira dalam memperkenalkan usahanya sekaligus membangun pasar.

Seiring perkembangan usaha dan perubahan selera konsumen, Indira mulai memperluas variasi produk untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Dari satu jenis makanan penutup, Toytoy Bakehouse kemudian menghadirkan sejumlah produk yang mengikuti perkembangan tren kuliner.

Kembangkan Bisnis Dessert dari Lingkungan Perumahan

Salah satu hal yang membedakan Toytoy Bakehouse dengan sejumlah usaha kuliner lainnya adalah lokasi penjualannya yang berada di lingkungan perumahan.

Indira tidak mengawali bisnisnya dengan membuka gerai di pusat perbelanjaan atau kawasan komersial besar, melainkan memanfaatkan lokasi di kawasan Balaraja.

Konsep tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mencari berbagai pilihan dessert tanpa harus mendatangi pusat kuliner di wilayah perkotaan.

Kehadiran Toytoy Bakehouse juga menunjukkan bahwa pengembangan usaha kuliner tidak selalu bergantung pada lokasi strategis di pusat kota.

Dengan menghadirkan produk yang mengikuti tren dan memanfaatkan pemasaran digital, usaha yang berada di kawasan permukiman tetap memiliki peluang menjangkau konsumen dari berbagai wilayah.

Beragam produk yang ditawarkan menjadi salah satu strategi untuk menarik minat pelanggan dengan selera berbeda.

Salt bread, mochi, dan soft cookies menawarkan pilihan tekstur serta cita rasa yang beragam. Sementara itu, kunafa pistachio menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin mencoba makanan penutup dengan karakteristik berbeda.

Manfaatkan Media Sosial untuk Menjangkau Konsumen

Selain mengembangkan variasi produk, Toytoy Bakehouse juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan usaha kepada masyarakat.

Melalui konten digital, berbagai produk yang ditawarkan dapat diketahui calon pelanggan sebelum mereka memutuskan untuk melakukan pembelian.

Media sosial menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pemasaran, terutama bagi bisnis kuliner lokal yang ingin memperluas jangkauan konsumen.

Konten yang menampilkan bentuk, tekstur, dan variasi dessert dinilai dapat membantu memperkenalkan karakteristik produk sekaligus membangun identitas usaha.

Pemanfaatan platform digital juga memungkinkan informasi mengenai keberadaan Toytoy Bakehouse menjangkau masyarakat di luar lingkungan sekitar toko.

Strategi tersebut sejalan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin sering mencari referensi makanan melalui media sosial.

Tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan konten digital untuk menemukan tempat kuliner baru, melihat pilihan menu, hingga menentukan lokasi yang ingin dikunjungi.

Bagi usaha seperti Toytoy Bakehouse, kehadiran media sosial menjadi sarana untuk memperkenalkan produk tanpa harus sepenuhnya bergantung pada promosi konvensional.

Dari Satu Produk Menjadi Beragam Pilihan Dessert

Perkembangan Toytoy Bakehouse sejak Juli 2024 memperlihatkan bagaimana usaha kuliner dapat dibangun secara bertahap melalui pengembangan produk dan penyesuaian terhadap kebutuhan pasar.

Indira memulai bisnisnya dengan satu produk sebelum memperluas pilihan menu seiring perjalanan usaha.

Langkah tersebut menggambarkan pentingnya inovasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman dalam menghadapi persaingan industri kuliner.

Selain kualitas produk, kemampuan membaca tren dan memanfaatkan teknologi pemasaran menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bisnis.

Kisah Indira juga menjadi gambaran peluang bagi generasi muda, termasuk lulusan perguruan tinggi, untuk membangun usaha secara mandiri.

Melalui Toytoy Bakehouse, Indira menunjukkan bahwa bisnis kuliner dapat dimulai dari skala sederhana dan dikembangkan dengan memperhatikan perubahan selera konsumen.

Kini, usaha yang bermula dari puding karamel tersebut telah menghadirkan beragam pilihan dessert bagi masyarakat Balaraja dan sekitarnya.

Perjalanan Toytoy Bakehouse menjadi salah satu contoh pengembangan usaha kuliner lokal yang memadukan inovasi produk dengan pemanfaatan media sosial untuk memperluas pengenalan merek di tengah persaingan bisnis makanan dan minuman.

Kontributor: Cintya Ardinary
Kontributor: Ghefira Lia  | Editor: Herfa Al Jihad
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:57 WIB
Tentang Kiriman Ini

Tulisan ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News. Isi tulisan menjadi tanggung jawab pengirim sesuai ketentuan platform. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

Mengurai Dilema Keuntungan dan Risiko: Strategi Bank dalam Mengelola Kredit di Era Digital

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Berawal dari Puding Karamel, Lulusan ITERA Bangun Bisnis Dessert di Balaraja

Bagikan artikel ini melalui