3. Memantau pembayaran kredit secara berkala
Pengawasan tidak boleh berhenti setelah pinjaman disetujui. Bank perlu memantau pembayaran cicilan dan mengenali tanda-tanda awal kesulitan keuangan nasabah.
Contohnya, nasabah yang mulai sering terlambat membayar mungkin sedang menghadapi masalah pendapatan. Jika diketahui lebih awal, bank dapat melakukan komunikasi dan mengevaluasi langkah penanganan yang sesuai dengan ketentuan.
4. Menyebarkan penyaluran kredit
Bank juga perlu menghindari penyaluran kredit yang terlalu terkonsentrasi pada satu kelompok nasabah atau sektor usaha. Apabila sebagian besar kredit diberikan kepada sektor yang sama, gangguan pada sektor tersebut dapat berdampak besar terhadap kualitas kredit bank.
Dengan menilai dan mengelola konsentrasi kredit, bank dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan debitur.
5. Memberikan edukasi kepada nasabah
Pengelolaan risiko kredit bukan hanya menjadi tanggung jawab bank. Nasabah juga perlu memahami kewajiban yang muncul ketika mengambil pinjaman.