Konten Redaksi
Desa Maja Naik Status Jadi Desa Mandiri, Kelola Aset Rp2 Miliar
LEBAK - Desa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami perkembangan hingga berhasil menyandang status desa mandiri. Transformasi tersebut didukung penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengelolaan berbagai aset desa.
Kepala Desa Maja, Rifai, mengungkapkan bahwa saat ini total aset keuangan yang dikelola desa mencapai Rp2 miliar melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Selain aset keuangan, pemerintah desa juga mengelola sejumlah fasilitas ekonomi dan sarana publik, mulai dari stadion, koperasi desa, gerai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pasar tradisional.
Perkembangan Desa Maja mendapat perhatian Ketua Tim Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten, Irna Narulita, saat melakukan penilaian dan verifikasi lapangan di GOR Desa Maja, Jumat (30/10/2026).
Irna mengapresiasi perubahan status Desa Maja yang sebelumnya masuk kategori desa berkembang, kemudian meningkat menjadi desa maju hingga akhirnya mencapai status desa mandiri.
Menurutnya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam mendorong pembangunan desa.
Kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku usaha, sektor industri, kelompok perempuan, laki-laki, hingga anak-anak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kemandirian desa.
"Perempuan diberdayakan, anak-anak dilindungi dan desanya berdaya, sehingga menjadi aman dan ramah terhadap perempuan dan anak," ujar Irna.
Ia menilai pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan perlindungan kelompok rentan serta keterlibatan masyarakat dalam setiap program pembangunan.
Sementara itu, Kepala Desa Maja, Rifai, menjelaskan bahwa pengelolaan aset desa turut diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dan penyediaan fasilitas pelayanan publik.
Selain melalui BUMDes, pengembangan ekonomi masyarakat dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan koperasi desa, gerai UMKM, dan pasar tradisional.
Desa Maja juga mengembangkan sejumlah program yang mendukung Gerakan Ruang Bersama Indonesia, di antaranya literasi keluarga, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan perlindungan terhadap anak.
Program tersebut turut mencakup edukasi hak dan perlindungan, peningkatan literasi kesehatan keluarga, serta gerakan menciptakan lingkungan desa yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.
Rifai menyebutkan, berbagai fasilitas penunjang telah tersedia untuk mendukung aktivitas masyarakat, baik di sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun pemberdayaan ekonomi.
"Selanjutnya ada perpustakaan desa, GSG, GOR, kebun PKK, bank sampah, TPS3R, puskesmas, posyandu serta berbagai lembaga pendidikan," katanya.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan program pemberdayaan di tingkat desa.
Dengan status desa mandiri yang telah diraih, Desa Maja diharapkan mampu mempertahankan perkembangan ekonomi dan pelayanan publik, sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa.
Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:02 WIB