Handy Muharam; Bonus Demografi Harus Dijawab dengan Kompetensi Pemuda
Serang - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO), Handy Muharam Nataprawira, menekankan pentingnya produktivitas pemuda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, bonus demografi tidak cukup hanya menjadi peluang demografis, tetapi harus diiringi peningkatan kualitas dan kompetensi generasi muda melalui program yang terarah.
Pesan tersebut disampaikan Handy dalam Resepsi Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Serang periode 2026-2027, Sabtu (24/10/2026), di Pokel Garden Resto, dengan tema "Manifesto Equilibrium HMI: Transformasi Perkaderan Berbasis Kompetensi demi Perjuangan yang Komplementer dan Berkelanjutan."
Handy menilai, generasi muda perlu memahami arah kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah, agar peran mereka tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diwujudkan dalam program konkret.
Ia menyinggung Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator yang perlu dicermati dalam membaca kondisi pembangunan. Di tingkat nasional, arah pembangunan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sedangkan di daerah terdapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Teman-teman harus membedah dan menurunkan indikator-indikator tersebut ke dalam skala program. Intinya, bagaimana kita menjemput bonus demografi dan Indonesia Emas," ujar Handy dalam sambutannya.
Menurutnya, pemahaman terhadap dokumen perencanaan pembangunan penting agar organisasi mahasiswa mampu mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan langkah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bonus demografi, kata dia, perlu dipersiapkan melalui upaya meningkatkan produktivitas pemuda. Tanpa strategi yang tepat, besarnya jumlah penduduk usia produktif belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, HMI MPO Cabang Serang diharapkan mampu mengambil peran dalam mendorong peningkatan kapasitas generasi muda, termasuk melalui perkaderan yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan zaman.
Arah tersebut sejalan dengan gagasan Equilibrium yang diusung kepengurusan HMI MPO Cabang Serang periode 2026-2027. Gagasan ini menjadi landasan transformasi perkaderan agar organisasi tidak hanya membentuk kader yang memiliki integritas moral dan intelektualitas, tetapi juga mempunyai keterampilan yang relevan.
Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.