Ikuti Kami
Rabu, 28 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten Redaksi

Mitos atau Fakta: Nasi Dingin Lebih Sehat dari Nasi yang Baru Matang?

Penulis: Redaksi
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:08 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Bagi orang sehat, perbedaan efeknya terhadap metabolisme tidak terlalu signifikan. Manfaat kesehatan tidak hanya bergantung pada suhu nasi, tetapi juga pada jenis beras yang digunakan.

Beras dengan kadar amilosa tinggi, seperti beras pera, cenderung menghasilkan lebih banyak pati resisten setelah proses pendinginan dibandingkan beras pulen.

Nasi dingin memang memiliki keunggulan tertentu, khususnya dalam menurunkan respon glikemik dan meningkatkan kandungan pati resisten.

Namun, klaim bahwa nasi dingin “lebih sehat” tidak dapat digeneralisasi tanpa mempertimbangkan aspek keamanan pangan dan kondisi masing-masing individu. Dengan penyimpanan yang benar dan konsumsi yang wajar, nasi dingin bisa menjadi alternatif sehat, tetapi tetap bukan pengganti prinsip gizi seimbang.

Kesimpulan:
Klaim bahwa nasi dingin lebih sehat dari nasi yang baru matang bukan mitos sepenuhnya, melainkan fakta yang bersyarat. Ada dasar ilmiah yang mendukung manfaatnya terhadap kontrol gula darah, tetapi juga ada risiko kesehatan jika penyimpanan tidak dilakukan dengan aman.

Masyarakat sebaiknya tidak hanya berpatokan pada suhu nasi, tetapi juga memperhatikan cara penyimpanan, pemanasan ulang, serta kualitas bahan pangan yang dikonsumsi.

Penulis: Renandini Putri Mahasiswa Teknologi Pangan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Penulis: Redaksi
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:08 WIB
Artikel Selanjutnya

Hotel Neo+ Airport Jakarta Luncurkan Musala Terbesar di Kawasan Bandara

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Mengapa Kita Takut Bicara di Depan Orang Banyak?

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Bebas Berbicara, Tetap Bertanggung Jawab

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:27 WIB
↑ Kembali ke atas
Mitos atau Fakta: Nasi Dingin Lebih Sehat dari Nasi yang Baru Matang?

Bagikan artikel ini melalui