Mitos atau Fakta: Nasi Dingin Lebih Sehat dari Nasi yang Baru Matang?
Karena itu, konsumsi nasi dingin atau nasi yang telah didinginkan dan dipanaskan ulang bisa menjadi pilihan bagi sebagian orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Klaim bahwa nasi dingin “lebih sehat” perlu dilihat secara hati-hati. Ada risiko lain yang perlu diwaspadai: pertumbuhan bakteri Bacillus cereus.
Bakteri ini dapat bertahan hidup meski nasi telah dimasak dan akan berkembang biak jika nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Konsumsi nasi yang sudah terkontaminasi bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan, dengan gejala seperti mual, muntah, dan diare.
Jika ingin mengonsumsi nasi dingin, penyimpanannya harus dilakukan dengan benar.
Pakar keamanan pangan merekomendasikan langkah-langkah berikut:
1. Segera dinginkan nasi setelah matang, jangan biarkan di suhu ruang lebih dari dua jam.
2.
Simpan di lemari es dengan suhu di bawah 4°C.
3. Panaskan ulang nasi hingga benar-benar panas (sekitar 74°C) sebelum dikonsumsi.
4.
Hindari menyimpan nasi lebih dari dua hari, karena risiko mikroba meningkat seiring waktu.
Tidak semua orang akan mendapat manfaat yang sama dari konsumsi nasi dingin. Bagi penderita diabetes, perubahan kadar pati resisten memang bisa membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi bukan berarti dapat menggantikan pengobatan atau pola makan yang sudah diatur dokter.