Ia menilai perlindungan hukum terhadap hasil inovasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penelitian dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan.
Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 sendiri mempertemukan sekitar 3.000 peserta yang terdiri atas inventor, investor, pelaku industri, serta berbagai pihak terkait. Kegiatan tersebut berlangsung pada 3–5 November 2026.
Selain menjadi ruang pertemuan, forum ini diarahkan untuk mempertemukan teknologi hasil penelitian dengan kebutuhan industri sehingga invensi yang telah dikembangkan memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara komersial.
Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada pengembangan teknologi kendaraan listrik dan rekayasa yang melibatkan PT PGAS Solution, PT Marlip Indo Mandiri, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas.
Forum juga membahas pengembangan teknologi hijau dan Internet of Things (IoT) bersama sejumlah perusahaan, di antaranya PT Surya Energi Indotama, PT Elnusa Tbk, PT Telkomsel, dan PT WIR Asia Tbk.
Sementara pada hari kedua, agenda dijadwalkan membahas inovasi di sektor kosmetik dan kesehatan dengan melibatkan PT Paragon Technology and Innovation, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, serta PT Naturindo Fresh.
Pembahasan juga mencakup pembiayaan dan penilaian kekayaan intelektual melalui sesi IP Financing and IP Valuation yang melibatkan sejumlah lembaga, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Melalui forum tersebut, pemerintah berupaya memperkuat hubungan antara inventor dan industri sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.