Ia menilai keberadaan pesantren perlu terus mendapatkan perhatian dan pendampingan agar mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasar pendidikannya.
Dimyati juga menegaskan bahwa dukungan terhadap pesantren harus dilandasi kepentingan yang lebih luas, yakni kemajuan bangsa, negara, dan agama, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
"Para santri harus dididik, dijaga, dibiayai, dan diarahkan agar menjadi orang-orang besar. Pendidikan pondok pesantren merupakan pendidikan paket komplet," tegasnya.
Pesantren Diharapkan Jadi Pusat Penguatan Literasi
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Turus, K.H. Tubagus Ahmad Dahlani Idrus, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Banten beserta jajaran dalam kegiatan Turus Expo 2026.
Menurutnya, kehadiran unsur Pemerintah Provinsi Banten menjadi kehormatan sekaligus memberikan dukungan moral bagi para pengasuh, tenaga pendidik, dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Turus.
Ia berharap hubungan baik antara pemerintah dan kalangan pesantren dapat terus diperkuat melalui berbagai program pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi santri.
Kegiatan Turus Expo 2026, lanjutnya, merupakan salah satu upaya untuk memperluas peran pesantren agar tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan literasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Turus Expo digagas agar pesantren tidak hanya menjadi benteng moral, tetapi juga benteng literasi. Acara ini juga bertujuan untuk mendorong perkembangan UMKM, serta memfasilitasi bursa dan diskusi bedah buku," jelasnya.