Minggu, 25 Oktober 2026

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

BAGIKAN:
Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan
0
Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

SERANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian serius. Aktivitas vulkanik yang meningkat tidak hanya berpotensi mengganggu penerbangan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga membawa ancaman kesehatan akibat sebaran abu vulkanik yang terbawa angin ke sejumlah wilayah. 

Pada Minggu, 6 September 2026, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan meluas hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra. Material erupsi bahkan mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa abu vulkanik dapat bergerak jauh dari pusat erupsi dan tidak hanya menjadi persoalan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah yang berada dalam arah sebaran abu perlu meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik dapat terbawa angin hingga wilayah yang cukup jauh dari sumber erupsi, sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat yang tidak berada di sekitar kawasan gunung api. Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, paparan abu juga dapat menimbulkan berbagai risiko terhadap kesehatan apabila terhirup atau mengenai mata dan kulit.

Badan Geologi juga melaporkan sebaran abu vulkanik telah menjangkau beberapa provinsi. Masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika terjadi hujan abu.

Namun, di balik gangguan transportasi tersebut, bahaya yang tidak boleh diabaikan adalah dampak abu vulkanik terhadap kesehatan manusia.

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel yang dihasilkan dari aktivitas gunung api berukuran sangat halus dan dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa erupsi gunung api dapat menimbulkan berbagai ancaman kesehatan, termasuk gangguan pernapasan akut maupun kronis, iritasi mata dan kulit, hingga masalah kesehatan lainnya akibat paparan abu serta gas vulkanik.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak, abu vulkanik dapat menyebabkan tenggorokan terasa gatal, batuk, hidung berair, sesak atau kesulitan bernapas. Paparan juga dapat mengganggu mata karena partikel abu bersifat abrasif sehingga berpotensi menyebabkan iritasi.

Risiko tersebut menjadi lebih besar bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Organisasi kesehatan internasional juga menyebutkan bahwa paparan abu dalam jumlah sedang hingga tinggi dapat memperburuk kondisi seperti asma dan penyakit pernapasan kronis.

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan
Artikel Selanjutnya

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Diterbitkan: 6 September 2026, 17:06 WIB · Diperbarui: 17 September 2026, 21:05 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Sinergi Seni dan Psikologi: Atmosa Experience Hadirkan Inovasi Mental Wellness Terdepan di Indonesia

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Tembus 7 Juta Peserta, CKG Banten Duduki Peringkat Kedua Nasional

Konten Redaksi Senin, 5 Oktober 2026 | 20:54 WIB

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB