Lapas Wahai Panen 15 Kg Kacang Panjang, Buktikan Warga Binaan Produktif
Kacang panjang ini untuk konsumsi internal Warga Binaan guna memenuhi kebutuhan gizi di dapur Lapas.
"Selain untuk konsumsi internal, hasil panen kacang panjang di kebun SAE ini juga dipasarkan secara terbatas," kata Rahmat.
Ia menambahkan, pemasaran dilakukan bagi beberapa anggota masyarakat yang berminat di lingkungan sekitar Lapas. Salah satu Warga Binaan yang terlibat langsung dalam proses budidaya, WK, mengungkapkan kebanggaannya.
"Kami senang bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Menanam dari biji sampai panen memberikan ketenangan dan keterampilan baru bagi kami," ujar WK.
"Lapas Wahai terus berupaya menjadikan program pembinaan kemandirian sebagai bagian integral dari upaya membentuk karakter Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat," tutup Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya.
"Program ini sekaligus implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yang salah satu fokusnya adalah kemandirian pangan," pungkasnya.
***