Sabtu, 24 Oktober 2026

GM KB FKPPI Sumut Pertanyakan Distribusi Uang Pecahan Baru BI, Warga Medan Sulit Akses di Bank

BAGIKAN:
GM KB FKPPI Sumut Pertanyakan Distribusi Uang Pecahan Baru B...
0
GM KB FKPPI Sumut Pertanyakan Distribusi Uang Pecahan Baru BI, Warga Medan Sulit Akses di Bank
General Manager Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri Sumatera Utara mempertanyakan distribusi uang pecahan baru Bank Indonesia yang sulit diakses warga Medan. (Dok. Ist)

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Medan - Masyarakat Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan uang pecahan baru di bank konvensional milik pemerintah. Kondisi ini terjadi menjelang momen Hari Raya Idul Fitri.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Uang pecahan baru justru marak dijajakan secara bebas di sejumlah titik Kota Medan, seperti kawasan Lapangan Merdeka.

Praktik serupa juga ditemukan melalui berbagai platform media sosial. Para penjual menawarkan paket uang pecahan baru dengan mengambil keuntungan dari selisih nilai tukar, yang pada akhirnya membebani masyarakat.

"Di bank sulit sekali dapat uang baru, tapi di luar malah banyak dijual. Ini yang membuat kita bingung dan kecewa," ujar Jessica, seorang warga, saat ditemui di Kantor Cabang Pembantu Bank Sumut Krakatau pada Selasa (17/3/2026).

Sekretaris Pengurus Daerah II GM KB FKPPI Sumatera Utara, Thamrin Samosir, mengaku heran dengan fenomena ini. Ia mempertanyakan pengawasan distribusi uang pecahan baru oleh Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan Sumatera Utara.

Thamrin menilai adanya ketidakseimbangan antara distribusi resmi dan peredaran di luar jalur yang semestinya. Ia menduga adanya celah dalam sistem distribusi yang berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi.

"Bagaimana sebenarnya pendistribusian uang pecahan baru ini?" ungkap Thamrin.

"Kok masyarakat yang mau menukar uang pecahan baru di Bank Indonesia dibatasi, tapi uang pecahan baru justru lebih mudah diperoleh di luar bank dibandingkan melalui jalur resmi?" tutup Thamrin.

***

APPMBGI Papua Gelar Sosialisasi, Perkuat Sinergi Pengusaha Dapur Makanan Bergizi
Artikel Selanjutnya

APPMBGI Papua Gelar Sosialisasi, Perkuat Sinergi Pengusaha Dapur Makanan Bergizi

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 17 Maret 2026, 15:21 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Angka Bisa Bicara, tetapi Manusia Harus Menjelaskannya: Peran Komunikasi dalam Keuangan

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Jangan Asal Ikut Tren, Berpikir Kritis Penting dalam Mengambil Keputusan Keuangan.

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Sensus 2026 Bidik Sumber Pertumbuhan Baru

Konten Redaksi Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Keuangan

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Ketika The Fed Menaikkan Bunga, Rupiah Tak Boleh Sekadar Menunggu

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Inflasi Terkendali, Dompet Tetap Tertekan: Mengapa Angka Rata-rata Tidak Cukup?

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:05 WIB

DPRD Setujui APBD Perubahan 2026, Andra Soni Fokus Kejar Target RPJMD

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Anjlok per Hari Ini, Dolar AS Makin Perkasa

Konten Redaksi Senin, 28 September 2026 | 16:42 WIB

Notaris Jember Ungkap Aspek Hukum Pendirian PT oleh Pasangan Suami Istri

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 27 September 2026 | 20:48 WIB