Minggu, 25 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Capai 3,9 Juta Ton, Bulog dan Polri Jamin Ketersediaan Pangan

BAGIKAN:
Stok Beras Nasional Capai 3,9 Juta Ton, Bulog dan Polri Jami...
0
Stok Beras Nasional Capai 3,9 Juta Ton, Bulog dan Polri Jamin Ketersediaan Pangan
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Profesor Doktor Dedi Prasetyo menjamin ketersediaan pangan nasional di tengah rekor stok beras Bulog. (Dok. Ist)

Perum Bulog mencatat stok beras nasional mencapai 3,9 juta ton pada Jumat (13/3/2026). Angka ini menjadi rekor tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Stok beras diprediksi akan terus meningkat hingga melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini. Wakapolri Komjen Pol.

Prof. Dr. Dedi Prasetyo memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.

Polri berkomitmen mendukung Perum Bulog dalam distribusi pangan di seluruh Indonesia. Mereka akan membantu mendistribusikan 80.000 ton beras dan puluhan ribu kiloliter minyak goreng setiap bulan.

Langkah ini bertujuan menjaga harga tetap terjangkau dan ketersediaan barang merata di seluruh pelosok negeri. Dukungan dari Polri dinilai penting untuk memastikan stimulus harga dari pemerintah sampai ke konsumen akhir.

Ini juga mencegah distorsi pasar yang bisa merugikan masyarakat.

"Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat," ujar Komjen Pol.

Dedi Prasetyo.

"Kita jamin ketersediaan pangan cukup, stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua," pungkas Komjen Pol.

Dedi Prasetyo. Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan target serapan beras tahun 2026 adalah 4 juta ton.

Dengan target ini, stok akhir tahun diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton.

***

Pemkab Serang Gelar Bazar Ramadan Keempat di Lebakwangi, Warga Antusias Beli Kebutuhan Pokok
Artikel Selanjutnya

Pemkab Serang Gelar Bazar Ramadan Keempat di Lebakwangi, Warga Antusias Beli Kebutuhan Pokok

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 13 Maret 2026, 21:56 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Angka Bisa Bicara, tetapi Manusia Harus Menjelaskannya: Peran Komunikasi dalam Keuangan

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Jangan Asal Ikut Tren, Berpikir Kritis Penting dalam Mengambil Keputusan Keuangan.

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Sensus 2026 Bidik Sumber Pertumbuhan Baru

Konten Redaksi Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Mengapa Gen Z Sulit Menabung? Ketika Inflasi dan Suku Bunga Memengaruhi Keputusan Keuangan

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Ketika The Fed Menaikkan Bunga, Rupiah Tak Boleh Sekadar Menunggu

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Inflasi Terkendali, Dompet Tetap Tertekan: Mengapa Angka Rata-rata Tidak Cukup?

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:05 WIB

DPRD Setujui APBD Perubahan 2026, Andra Soni Fokus Kejar Target RPJMD

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Anjlok per Hari Ini, Dolar AS Makin Perkasa

Konten Redaksi Senin, 28 September 2026 | 16:42 WIB

Notaris Jember Ungkap Aspek Hukum Pendirian PT oleh Pasangan Suami Istri

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 27 September 2026 | 20:48 WIB