Bupati Tangerang Tanam Bambu di RTH Cisoka, Wujudkan Ruang Terbuka Hijau Berbasis Bambu
Dia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.
“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah harus hadir untuk menguatkan dan mengembangkan kembali ekonomi kreatif berbasis bambu karena ini adalah identitas sejarah dan budaya kita.
“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah dikirim ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ujarnya.
Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.
“Di tahun 2026 juga telah ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau, dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya. ***