Ikuti Kami
Kamis, 29 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten Redaksi

Jejak Sang Patriot Bangsa Seorang Anak Nelayan dari Balige

Penulis: Agus Fiyantino
Minggu, 18 Januari 2026 | 19:49 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Di Senayan, Manonga duduk di Komisi Produksi, sebuah ironi bagi seorang pelaut yang lebih akrab dengan dek kapal daripada ruang sidang. Namun ia tetap menjalankan tugas.

Bersamaan, ia menjabat Kepala Operasi TNI AL dan terlibat dalam Operasi Jayawijaya untuk Irian Barat, operasi yang akhirnya tak jadi ditempuh karena diplomasi menang lebih dulu.

Pendidikan militernya membawanya hingga Uni Soviet. Ia pulang pada 1963 dengan pangkat kolonel.

Dua tahun kemudian, ketika Indonesia diguncang peristiwa 30 September, Manonga menjabat Wakil Kepala Staf Komando Pertahanan Antar Daerah Sumatera. Ia memimpin penumpasan gerakan tersebut di wilayahnya, sebuah babak kelam yang menandai perubahan arah republik.

Pangkat bintang satu disematkan pada 1968. Ia memimpin kawasan maritim Barat, lalu Kalimantan.

Saat Golkar membutuhkan figur militer untuk kampanye, namanya disebut. Bahkan istrinya sempat diusulkan maju ke DPR.

Manonga menolak. Politik, baginya, cukup dijalani sebatas tugas negara.

Ia pensiun pada 1973. Dunia sipil tak sepenuhnya ramah.

Penulis: Agus Fiyantino
Minggu, 18 Januari 2026 | 19:49 WIB
Artikel Selanjutnya

PPWI dan Dubes Aljazair Gelar Pertemuan Silaturahmi Bahas Kerja Sama Sosial Budaya

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Menjemput Fajar Abad Kedua Mathla’ul Anwar

Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB
↑ Kembali ke atas
Jejak Sang Patriot Bangsa Seorang Anak Nelayan dari Balige

Bagikan artikel ini melalui